Penjara Pemikiran

Bissmillah…
Muncul beberapa pertanyaan di sepertiga malam ini..
“Orang yang ada dipenjara dengan yang ada di medan perang,siapakah yang dalam keadaan aman?”
Sejenak mikir,jelas yang ada di medan perang,bisa jd mereka menang,bisa jadi mrk bisa lari,bisa jadi ga kena dsb..

Tapi pada sisi lain mungkin yang ada di penjaralah yang aman.. Dia nggak kena bom,kemungkinan kecil untuk mati
ditempat,bisa jd dia bisa dibebaskan,bisa jd temen2nya dateng menyelamatkan..
Jelas dipenjara tempat yang paling nyaman daripada medan perang kalau dipenjara kita merasa ga diapa apain..

Sekarang kalau kita korelasikan dengan pemikiran seseorang..
Banyak orang merasa dia aman berfikir dijalan dia,padahal dia sedang dipenjara pemikirannya..
Entah terpenjara apa,terpenjara niatnya,terpenjara ilmunya,terpenjara ideologi orang lain,terpenjara permasalahan,terpenjara sistem,terpenjara ideologi oraganisasi dsb..
Banyak orang merasa aman ada di penjara,dikasih makan tiap hari,ga ada kerjaan,ga mikir negara,yang penting kenyang.. Akhirnya apa? sama dengan analogi orang dipenjara,ga usah mikir nurut sama ideologi lembaga,nurut sama sistem,nurut sama permasalahan dsb.. Akhirnya tingkah laku,yg mereka bela,yang diucapkan,yang diperjuangkan adalah penjara yang salah..

Mereka yang merasa bebas akan terus dipenjara pemikirannya..
Padahal penjara yang paling hebat adalah Al-Quran dan sunnah..
Banyak yang ngaku2,dia sudah sesuai tp tindakanya,perilakunya membuat orang ga nyaman,tapi perkataannya nusuk2 orang awam kalo lagi dakwah.. Sama,dia terpenjara di dalam ilmunya.. terpenjara dengan keyakinan akan kebenaran dia..
Ideologi yg sempurna itu Al-Quran dan sunnah.. Manusia yg kadang kesulitan mencapai titik itu..
Pada akhirnya rendah hatinya ilang,sifat sombong muncul dsb..

Al-Quran dan sunnah itu udah penjara yg berbentuk istana dan diciptakan oleh Dzat yang sempurna..
Pemikiran semua orang sedang terpenjara ditempat lain ketika sudah tidak ada sifat2 manusiawinya,ketika sudah tidak lagi  sabar,tiada kasih sayangnya,ketika sudah tidak ada kelembutan hati juga perbuatanya…

Bisa jd yang nulis dan yang lagi baca terpenjara pemikirannya.. terpenjara dimana,seperti apa,dan bagaimana… Itu pilihan..
Hidup itu pilihan untuk berfikir.. Nasib sudah jelas,tp melakukan pilihan itu mutlak akan terjadi,karena keterbatasan ilmu,keterbatasan media dll.. Pilihan kita sudah diketahui Dzat Yang Maha Tau so,sangat penting untuk memmilih berfikir hal2 yang baik.. untuk kebaikan,untuk semua orang,untuk sesuatu yang baik.. sehingga pada akhirnya penjara kita kembali pada sang Khaliq.. dan membawa kita kepada kitab lahful mahfuz yang sudah Alloh Azzawajalla tuliskan..
Semoga Alloh.SWT selalu menjaga pikiran kita kapanpun,krn bisa jadi mahasiswa sekarang merasa bebas berfikir ber ideologi dsb,setelah keluar kampus berubah drastis.. Semoga Alloh.SWT mempersiapkan kita..
Wallohua’lam..
#LifeIsChoice

Advertisements

One comment


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s